Tugas II
Prapocessing Data (Koreksi Radiometrik dan Geometrik)
Diterbitkan tanggal: 18 Maret 2007
Pengumpulan Tugas: 15 April 2007 Pukul 12:00 WIB
Keunggulan citra satelit adalah praktis, akuisisi yang cepat, murah dalam biaya, multifungsi, serta cocok dimanfaatkan untuk ruang lingkup daerah dengan berbagai skala (kecil sampai besar). Meskipun demikian, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan citra satelit yang layak digunakan. Langkah-langkah ini dilakukan mengingat pada proses akuisisi citra dengan satelit, keadaan ideal tidak bisa dipenuhi. Kemiringan cahaya matahari serta komposisi berbagai zat pada atmosfer dapat ‘menipu’ tampilan citra yang kita punyai sehingga dapat menyebabkan salah interpretasi. Namun metode pengolahan data awal (par processing data) sudah sering digunakan untuk menanggulangi hal ini. Pemrosesan citra digital melibatkan beberapa prosedur yaitu pemformatan dan pengkoreksian data, perbaikan digital untuk memperoleh hasil interpretasi visual yang baik, atau bahkan otomasi klasifikasi unsur-unsur target oleh komputer. Untuk dapat melakukan pemrosesan citra secara digital, data harus tersedia dalam bentuk format digital.
Distorsi radiometrik adalah distorsi berupa pergeseran nilai intensitas piksel pada citra dari nilai yang seharusnya. Distorsi radiometrik disebabkan oleh ketidakseragaman detektor-detektor yang digunakan pada alat perekam/sensor terutama kepekaaan spektralnya. Ciri-ciri pada citra yang disebabkan distorsi radiometri antara lain:
· Adanya piksel yang hilang atau tidak terekam;
· Adanya kenampakan garis yang disebabkan karena ketidakseragaman detektor;
· Adanya kesalahan garis yang disebabkan kesalahan cermin penyiaman (scan mirror);
· Adanya pengaruh atmosfir,
Koreksi Geometrik
Sebelum citra hasil penginderaan jauh digunakan untuk aplikasi tertentu, terlebih dahulu citra tersebut harus dikoreksi untuk menghilangkan berbagai kesalahan yang ada. Salah satu koreksi tersebut adalah koreksi geometrik. Koreksi ini bertujuan untuk mereduksi distorsi geometrik dari objek permukaan bumi yang ada pada citra yang diakibatkan kelengkungan permukaan bumi dan beberapa faktor lain seperti variasi tinggi satelit, ketegakan satelit dan kecepatannya, sehingga posisi spasial dari suatu area pada citra sesuai dengan posisi sebenarnya di lapangan.
Untuk melakukan koreksi geometrik, dibutuhkan beberapa data seperti data kalibrasi sensor, ephemeris orbit, GCPs, CPs, kondisi atmosfer, dll. Data kalibrasi sensor, ephemeris orbit, dll digunakan untuk mengeliminir kesalahan sistematik yang dapat diperkirakan sebelumnya, dan biasanya menggunakan rumus yang diturunkan dari model matematik. Data GCPs dan CPs digunakan untuk mereduksi kesalahan yang bersifat acak, yang tidak dapat diperkirakan, namun besar kesalahan geometriknya dapat diprediksi melalui matrik data atau tracking data dan analisis titik kontrol tanah (GCPs).
Data akan disediakan pada pertemuan ke dua (tanggal 25 Maret 2007).
1. Koreksi Radiometrik dengan menggunakan metode histogram adjustment
2. Koreksi Geometrik melalui teknik Ground Control Point sebanyak 30 titik GCP (minimal)
3. Koreksi Geometrik melalui teknik image to image registration.
Seluruh proses pelaksanaan pengerjaan praktikum dengan menggunakan data yang diberikan harus direkam di dalam laporan secara sistematis. Kebutuhan laporan adalah sama seperti laporan pertama.
| Lembar Penilaian | |||
| Mata Kuliah: | |||
| 1. Penginderaan Jauh Kelautan | |||
| 2. Penginderaan Jauh dan Kartografi | |||
| Tema: | Pemrosesan Awal Data (Pra Processing Data) | ||
| Koreksi Radiometrik dan Geometrik | |||
| No | Penilaian | Nilai | Nilai Anda |
| 1 | Kelengkapan Laporan | 5 | |
| 2 | Pendahuluan | 5 | |
| - Latar Belakang | |||
| | - Tujuan | | |
| 3 | Metode | ||
| - Piranti | 1 | ||
| - Data | 1 | ||
| | - Teknis Pengerjaan | 30 | |
| 4 | Hasil dan Pembahasan | 38 | |
| 5 | Kepustakaan | 10 | |
| 6 | Kesimpulan dan Saran | 5 | |
| 7 | Lampiran | 5 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar